Festival Parade Pesona Kebangsaan Siap Digelar Di Flores

Foto: (dok Kemenpar)

Jakarta - Festival Parade Pesona Kebangsaan (FPPK) siap digelar di Kabupaten Ende, Flores. FPPK 2019 digelar untuk memperingati lahirnya Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni di Kota 'Bung Karno' ini.

Festival yang diselenggarakan pada 29 Mei-1 Juni 2019 ini merupakan wujud semangat kebangsaan, dan bakal diisi dengan banyak sekali program menarik.

"FPPK bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat nasionalisme dalam mempertahankan nilai-nilai kebangsaan. Sekaligus mengenang Kota Ende sebagai kota sejarah lahirnya nilai-nilai Pancasila," ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende Derson Duka, dalam keterangan tertulis, Rabu (24/3/2019).

Derson menambahkan, FPPK juga digelar untuk mempromosikan tempat-tempat wisata, seni dan budaya Kabupaten Ende kepada wisatawan dalam dan luar negeri guna meningkatkan kunjungan.

Selain itu, FPPK juga mempromosikan produk unggulan tempat kepada pelaku perjuangan dan investor dalam dan luar negeri. Sehingga sanggup mendorong minat investor merealisasikan investasi di Kabupaten Ende.

"Kita ingin mewariskan dan mempertahankan nilai sosial budaya, adab istiadat yang telah hidup dan berkembang di wilayah Nusantara Tanah Air Indonesia. Sekaligus meningkatkan destinasi Kabupaten Ende sebagai destinasi yang mempunyai jejak sejarah Bung Karno dan memperkuat gambaran Kota Ende sebagai kota lahirnya Pancasila," tutur Derson.

Adapun kegiatan yang bakal ditampilkan dalam bazar tersebut antara lain Fashion Show Kain Tenun Ikat Ende. Fashion show ini berlangsung sepanjang jalan Soekarno dengan menampilkan desain kontemporer. Acaranya dilaksanakan pada 29 Mei 2019 pukul 17.00 WITA dengan start di Jl Soekarno depan kantor Dinas Pariwisata Ende dan finish di Museum Tenun Ikat.


Setelah itu, ada juga pagelaran budaya yang akan dilaksanakan pada 30-31 Mei 2019 di Lapangan Pancasila Ende. Kegiatan ini akan menampilkan tarian tradisional, tarian kreasi baru, lagu-lagu tempat yang diiringi dengan alat musik tradisional.

"Peserta pagelaran seni budaya yakni kelompok sanggar masyarakat dari 21 Kecamatan se-Kabupaten Ende, sekolah-sekolah dalam wilayah Kota Ende, serta paguyuban-paguyuban Nusantara yang ada di Ende," sebut Derson.

Yang tak kalah menarik, akan ada Ende Culture Expo. Kegiatan ini Menampilkan Kerajinan Tangan (suvenir) berupa tenun ikat, busana, dompet, tas, kipas, topi, dasi, asbak rokok, tempat tissue, ganjal gelas, juga hiasan dinding, yang dibentuk dari materi lokal setempat dengan harga terjangkau.

"Selain itu menampilkan masakan khas tempat yang diadakan oleh kelompok-kelompok pelaku masakan setempat. Ende Culture Expo akan dilaksanakan pada 30-31 Mei 2019 di Lapangan Pancasila," lanjut Derson.

Untuk para pecinta kopi, lanjut Derson, sanggup mengikuti Festival Kopi yang juga digelar di tempat dan waktu yang sama. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak para petani kopi, peracik, dan para penikmat kopi untuk mengangkat dan memperkenalkan kopi ke masyarakat luas.

"Nanti ada pakar kopi yang menyampaian materi wacana kopi dan filosofinya, cara meracik dan memperkenalkan banyak sekali jenis kopi yang ada dengan banyak sekali rasa yang berbeda," katanya.

Dan yang paling ditunggu-tunggu yakni keseruan Parade Laut. Parade ini akan bertolak dari Pulau Ende menuju Pelabuhan Ende. Parade ini akan didahului dengan upacara deba, zikir yang diselenggarakan pada malam hari di Pulau Ende oleh tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat di Pulau Ende.

Rombongan Parade maritim start dari pulau Ende pada 31 Mei 2019 pada 09.00 WITA dan datang di Ende pada pukul 12.00 WITA. Menurut Derson, penerima diperkirakan sebanyak 100 unit bahtera dan dipimpin oleh kapal KRI Angkatan Laut.


Sementara itu, Ketua Calendar of Event (CoE) Kemenpar, Esthy Reko Astuti mengatakan, FPPK telah menjadi ikon wisata sejarah budaya bagi Kota Ende. Sekaligus melengkapi daya tarik alam yang telah melegenda di Kabupaten Ende menyerupai Danau Kelumutu, desa-desa adab serta alam tropis Flores.

"Daya tarik ini hendaknya disadari penuh dan dikemas secara profesional dengan standar global," kata Esthy.

Esthy menambahkan, pemerintah sebelumnya telah tetapkan Badan Otorita Terpadu Labuan Bajo dan Flores, sebagai satu dari 10 destinasi prioritas. Strategi dan arah kebijakan telah digariskan dan sekarang giliran masyarakat dan para pemangku kepentingan yang perlu terlibat dan berperan.

"Kita harus mengakibatkan pariwisata sebagai pencetus ekonomi, menghidupkan kreativitas budaya sekaligus mempererat soliditas sosial," ujar Esthy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap, FPPK sanggup diselengarakan secara berkelanjutan serta dikelola dengan lebih kreatif. Dan tentunya melibatkan partisipasi warga yang akibatnya sanggup menjadi perayaan tahunan yang keuntungannya sanggup dirasakan masyarakat Ende.

Arief menegaskan, pemerintah akan terus mendukung terutama melalui 3 langkah prioritas. Yakni digitalisasi pemasaran, pembangunan homestay desa wisata dan aksesibilitas bandara, yang juga hendaknya menjadi panduan bagi pemda, swasta dan masyarakat.

"Sesuatu yang tidak terlalu sulit bagi Ende alasannya modal sosial dan infrastruktur telah terbentuk," kata Arief.

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Ads1
Ads2